Monday, September 30, 2013

Tuhan Berikan Aku Cinta.wmv



semoga Allah temukan kita dengan seseorang yang betul-betul menghargai kita apa adanya...

Istikharah Cinta..




Ya Allah.. walaupun aku tahu aku bukannya wanita yang baik.. tapi aku sentiasa berusaha untuk memantapkan keimanan hanya untukMu... kau temukan lah juga jodoh yg dapat membimbing aku agar tidak tersasar di atas landasanMu Ya Allah. sesungguhnya aku x nak jauh dariMu Ya Allah ....

<3 <3 <3

Friday, June 21, 2013

Kisah Pernikahan Sayyidah Khadijah Dengan Nabi Muhammad Saw



Sayyidah Khadijah; Penduduk Makkah pada zaman jahiliyah memanggilnya dengan sebutan ”Ath-Thahirah,” yang berarti wanita suci. Dia termasuk dalam barisan orang-orang terpandang dalam suku Quraisy. Pergelutan sayyidah Khadijah di dunia bisnis lintas negara juga memasukkannya dalam daftar orang kaya kota Makkah. Tak sedikit bangsawan Arab yang melamarnyauntuk dijadikan isteri, namun selalu dia tolak.

Di sela-sela urusan bisnisnya, dia mendengar kabar tentang seorang pemuda yang jujur, amanah dan baik hati. Sifat-sifat ini membuat sayyidah Khadijah tertarik untuk menjadikannya sebagai mitra bisnis. Nafisah binti Maniyah pun diutus untuk menyampaikan tawaran kerjasama sayyidah Khadijah kepada pemuda yang tak lain bernama Muhammad itu. Dari sinilah kisah mereka dimulai.

Muhammad saw tidak terburu-buru mengiyakan. Sebelum membuat keputusan, dia terlebih dahulu meminta pendapat pamannya, Abu Thalib, pengasuh yang menggantikan posisi ayahnya yang telah wafat sejak dia masih dalam kandungan.

Tawaran Khadijah diterima. Muhammad saw dipercayakan untuk membawa barang dagangannya ke Syam (Siria) bersama Maisarah, seorang pria pembantu Khadijah.

Sepulang dari Syam, Maisarah tak sabar untuk berbagi cerita kepada sayyidah Khadijah tentang kebaikan hati Muhammad saw dan keanehan yang dia saksikan selama perjalanan ke Syam. Di antara keanehan tersebut adalah perjalanan mereka yang jauh menjadi terasa singkat, dan awan juga berjalan menaungi perjalanan mereka dari terik matahari. Cerita ini tentu saja menghibur dan memberikan kesan bagi sayyidah Khadijah.

Tidak lama setelah itu, sayyidah Khadijah dirundung musibah; sang ayah tercinta meninggal dunia. Di tengah kesedihannya datanglah Waraqah bin Naufal (anak pamannya) untuk melipur laranya. Dia menjelaskan bahwa dunia ini bukan akhir segalanya, akan ada hari berbangkit dimana Allah memberi pahala atau hukuman menurut amal masing-masing. Dan ayah Khadijah (menurut Waraqah) termasuk orang yang beruntung, sebab dia orang baik-baik.

”Kenapa Anda tidak menyampaikan ini kepada orang-orang biar mereka tidak lagi menyembah berhala-berhala dan hanya berharap kepada Allah?” Tanya Khadijah setelah merasa terhibur.

”Ini bukan tugasku. Seorang nabi akhir zaman sudah waktunya muncul, sebagaimana yang ditunjukkan oleh kitab-kitab suci yang kami baca. Dialah yang akan menyampaikan petunjuk ini,” jelas Waraqah.

Sayyidah Khadijah lalu teringat pada cerita Maisarah tentang Muhammad Saw dan menceritakannya kembali kepada Waraqah.

”Jika ini memang benar wahai Khadijah, maka Muhammad (saw) adalah nabinya ummat ini...”

Sayyidah Khadijah merasa tenang. Dalam hatinya muncul sebuah harapan yang tidak bisa dibendung. Dia pun memutuskan untuk melamar Muhammad saw. Nafisah binti Maniyah kembali diutusnya menemui Muhammad saw.

”Muhammad (saw), kenapa engkau belum menikah?” tanya Nafisah memulai misinya.
”Biaya pernikahannya bunda, saya belum dikaruniai kemudahan,” jawabnya
”Muhammad, bagaimana kalau kami memberimu biaya atau saya menawarkan untukmu seorang wanita Quraisy yang sangat terhormat dan kaya?”
”Siapa wanita ini?”
”Khadijah binti Khuwailid”
”Setahu saya, sudah banyak orang yang datang melamarnya, namun dia tolak.”
”Kalau engkau mau menerimanya Muhammad, saya harus menyelesaikan pembicaraan ini.”

Pertemuan ini akhirnya menyimpulkan kesepakatan bahwa Muhammad saw menerima lamaran Khadijah.

Giliran Muhammad saw membalas lamaran ini lewat pamannya Abu Thalib. Di tengah keluarga sayyidah Khadijah, pamannya berkata:

”Sungguh Muhammad (saw) putra saudaraku adalah pemuda yang kedudukan dan akhlaknya selalu mendapatkan nilai plus jika dibandingkan dengan pemuda-pemuda Quraisy. Jika dia miskin harta, maka harta akan lenyap. Dia dan Khadijah saling mencintai. Muhammad (saw) telah menawarkan 20 ekor unta sebagai mahar Khadijah.”

Paman sayyidah Khadijah, Amru bin Asad bersama sesepuh keluarga bessarnya berdiri memberi jawaban bahwa Khadijah menerima lamaran Muhammad saw dengan maskawin yang ditawarkan dan menyampaikan restunya.

Pernikahan pun dilangsungkan. Acara walimah digelar; makanan dihidangkan, pintu rumah sayyidah Khadijah dibuka lebar-lebar untuk menjamu kerabat, sahabat dan fakir miskin. Pembesar-pembesar suku turut hadir mengucapkan selamat.

Pernikahan ini dilangsungkan setelah 2 bulan 15 hari dari kepulangan Muhammad saw dari Syam. Sayyidah Khadijah pada saat itu berusia 40 tahun dan berstatus sebagai janda, sedangkan Muhammad saw berusia 25 tahun, 15 tahun sebelum dinobatkan oleh Allah menjadi rasul utusan-Nya. Sejak itu kebahagiaan pun bersemayam dalam kalbu sayyidah Khadijah dan pasangan terbaiknya Muhammad saw.

Dari perkawinan inilah lahir semua putra-putri nabi Muhammad saw, selain anaknya Ibrahim yang lahir dari rahim Mariyah Al Qibtiyah. Mengingat umur Khadijah di saat pernikahannya ini sudah mencapai 40 tahun, tentu saja ini menjadi sebuah keajaiban yang tidak terjadi secara kebetulan. Wallahu a’lam.

* Written by: Ihsan Hasibuan, Lc.
* Referensi:
- Khadijah Ummul Mu’minin - Nazhrat fi Isyraq Fajril Islam, Abdul Mun’im Muhammad Umar, Dar Ar-Rayyan li At-Turats, Mesir 1988.
- Zaujat Ar-Rasul saw, Shafwat Jaudah Ahmad, Penerbit As-Shafa, Kairo, 2010.

Ringkasan Sejarah Nabi Muhammad Saw dari Lahir Hingga Wafat



ingin saya kongsi tentang SEJARAH NABI JUNJUNGAN KITA, NABI MUHAMMAD SAW...
Satu-satunya rasul Allah yang diutus untuk semua ras dan golongan adalah nabi Muhammad saw. Karena itu ajarannya sangat universal; tidak hanya tentang ibadah dan keakhiratan, namun juga urusan-urusan duniawi yang merangkup semua sisi kehidupan manusia, mulai dari masalah makan hingga urusan kenegaraan. Namun demikian, masih banyak orang yang buta terhadap peribadi dan kehidupan beliau. Akibatnya, mereka terhalang untuk melihat dan merasakan kebenaran yang dibawanya.

Pada lembaran ini penulis cuba memperkenalkan Nabi Muhammad SAW secara singkat dari beberapa sisi, dengan harapan dapat manfaat dan membantu kita semua.

1. Nama dan Gelar Nabi Muhammad SawAntara lain seperti disebutkan di dalam HR Bukhari dan Muslim: Ahmad, Mahi, Hasyir, ‘Aqib, Muqaffi, Nabiyyuttaubah, Nabiyyurrahmah.

2. Nasab Nabi Muhammad SawDi dalam buku Shahih Bukhari bab Mab’ats an-Nabiyyi saw, Imam Bukhari merincikan silsilah nasab Nabi Muhammad saw sebagai berikut: Muhammad saw bin Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qusyai bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luai bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’add bin Adnan.

Imam Bukhari menambahkan di dalam Kitab Tarikh al-Kabir: Adnan bin Udud bin Al-Maqum bin Nahur bin Tarh bin Ya’rab bin Nabit bin Ismail bin Ibrahim…
Menurut para pakar – sebagaimana yang disebutkan oleh sejarawan Syekh Abdurrahman bin Yahya Al-Yamany –antara Adnan dan Ismail ada sekitar 40 kakek.

3. KelahirannyaNabi Muhammad saw lahir di Makkah pada hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awwal tahun Gajah dalam keadaan yatim.

Penamaan tahun Gajah berkaitan dengan peristiwa pasukan Gajah yang dipimpin oleh Abrahah, Gubernur Yaman yang ingin menghancurkan Ka’bah. Namun sebelum sampai ke kota Makkah, mereka diserang oleh pasukan burung yang membawa batu-batu kerikil panas (lihat QS Al-Fil: 1-5).

Kelahiran nabi Muhammad saw bertepatan dengan tanggal 20 April 571 Masehi.

4. Masa MenyusuiNabi Muhammad saw pertama kalinya disusui oleh ibunya Aminah dan Tsuwaibatul Aslamiyah. Namun itu hanya beberapa hari. Selanjutnya beliau disusui oleh Halimah As-Sa’diyah di perkampungan bani Sa’ad.

Muhammad saw tinggal bersama keluarga Halimah selama kurang lebih empat tahun.
Di akhir masa pengasuhan keluarga Halimah ini terjadi pembedahan nabi Muhammad saw.

5. Muhammad Saw di Mata Penduduk MakkahSejak kecil Muhammad saw jauh dari tradisi-tradisi jahiliyah dan tidak pernah melakukan penyembahan terhadap tuhan berhala. Namun demikian beliau tetaplah seorang yang santun dan jujur, karenanya beliau terkenal dengan gelar Al-Amien (orang yang terpercaya).

6. Pernikahan Nabi Muhammad SawPada usia yang ke-25 tahun, Muhammad saw menikah dengan Khadijah binti Khuwailid, seorang janda kaya berusia 40 tahun. Pernikahan ini diawali dengan lamaran Khadijah kepada Muhammad saw setelah melihat dan mendengar kelebihan-kelebihan dan akhlaknya.

7. Isteri-isteri Rasulullah Muhammad sawSelain Khadijah, isteri-isteri beliau adalah: Saudah binti Zam’ah, Aisyah binti Abu Bakar, Hafshah binti Umar, Zainab binti Khuzaimah, Ummu Salamah (Hindun binti Umayyah), Zainab binti Zahsy, Juwairiyah binti Al-Harits, Ummu Habibah (Ramlah), Shafiyah binti Huyay, Maimunah binti Al-Harits dan Maria Al-Qibtiyah.

Nabi Muhammad menikahi mereka semua setelah Khadijah meninggal dunia. Dan mereka semua beliau nikahi dalam keadaan janda, kecuali Aisyah ra.

Jika dilihat dari faktor tiap pernikahan beliau, semuanya mempunyai hubungan yang kuat dengan dakwah dan ajaran Islam yang dibawanya.

8. Anak dan PutrinyaAnak dan putri nabi Muhammad saw adalah: Qasim, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, Fathimah, Abdullah dan Ibrahim.

Mereka semua lahir dari rahim Khadijah kecuali Ibrahim dari Maria Al-Qibtiah.
Anak-anak beliau yang laki-laki semuanya meninggal sebelum usia dewasa.

9. Muhammad Saw Menjadi Rasul AllahTurunnya wahyu pertama QS. Al-A’la: 1-5 di gua Hira pada hari Senin di bulan Ramadan pada usia yang ke 40 menjadi awal kerasulan Muhammad saw. Wahyu pertama tersebut berisi: "1) Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan, 2) Yang menciptakan manusia dari segumpal darah, 3) Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, 4) Yang mengajari (manusia) dengan pena, 5) Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."

Setelah menerima wahyu tersebut, Muhammad saw pulang menemui Khadijah dan mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dirinya. Khadijah menenangkan: "Bergembiralah! Demi Allah, Dia tidak akan pernah menyia-nyiakanmu. Demi Allah, engkau ini menghubungkan shilaturrahim (hubungan kerabat), berkata jujur, menanggung beban orang lemah, membantu orang yang tidak punya, memuliakan tamu, menolong orang-orang yang ditimpa bencana."
Khadijah lalu mempertemukannya dengan anak pamannya Waraqah bin Naufal, seorang pendeta Nasrani. Setelah menjelaskan peristiwa yang baru dialaminya di gua Hira, Waraqah menjelaskan bahwa yang datang kepada Muhammad saw itu adalah malaikat yang pernah datang kepada nabi Musa.

"…Andai kata aku masih hidup dan kuat di saat engkau diusir oleh kaummu…" kata Waraqah.
"Apakah mereka akan mengusirku?" Tanya Muhammad saw.
‘Ya…," jawabnya. (lihat HR Bukhari dan Muslim).

10. Nabi Muhammad Saw Hijrah ke Madinah 
Nabi Saw hijrah ke Madinah pada tahun ke 13 kenabian yang bertepatan dengan tahun 622 M. Di dalam riwayat Ibnu Ishak dijelaskan bahwa beliau keluar dari rumahnya yang saat itu sedang dikepung oleh pasukan bersenjata kaum musyrik Makkah yang ingin membunuhnya. Lalu Allah Swt menidurkan mereka. Sambil membaca QS. Yasin: 1-9 beliau manaruh pasir di kepala mereka semua, kemudian pergi ke rumah Abu Bakar untuk hijrah bersama ke kota Madinah.
Nabi Muhammad saw tiba di Madinah pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awwal tahun 1 Hijriyah.
11. Peperangan Nabi Muhammad SawYang mendasari peperangan nabi Muhammad saw. adalah ayat-ayat berikut:

- "Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi karena sesungguhnya mereka dizhalimi." (Al-Hajj: 39).

- "Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas, sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas" (QS. Al-Baqarah: 190).
Dalam hal ini ada aturan-aturan perang, antara lain: Jangan membunuh anak-anak, orang tua, orang yang menyerah, pendeta dan petugas rumah ibadah yang tidak menyerang, hewan tanpa tujuan maslahat, jangan membunuh dengan cara yang sadis dan berlebihan (Tafsir Ibnu Katsir).

Dari sini jelas bahwa peperangan nabi Muhammad saw adalah sebagai upaya pembelaan terhadap hak, bukan wasilah untuk islamisasi apalagi balas dendam.

Adapun jumlah peperangan yang diikutinya ada sebanyak 27 kali.

12. Akhlak Nabi Muhammad Saw 
Allah SWT menggambarkan akhlak nabi Muhammad secara umum di dalam QS. Al-Qalam ayat 4: "Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur"
Sekedar contoh, penulis paparkan dua sisi dari akhlak beliau:

a. Kesabaran Nabi Muhammad SawTidak sedikit beban yang ditanggung oleh nabi Muhammad saw dalam menyebarkan dakwah ajaran yang dibawanya. Ejekan, makian, perlakuan kasar dan ancaman pembunuhan diterimanya dari orang-orang musyrik Makkah. Namun itu semuanya tak membuat kesabarannya luntur.

Dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim diceritakan bahwa Uqbah bin Abu Mu’ith pernah mencampakkan kotoran onta kepada Rasulullah Muhammad saw sementara beliau dalam keadaan sujud. Beliau terus sujud hingga putrinya Fathimah datang membuangnya.
Perlakuan kasar kaum Quraisy semakin bertambah setelah pamannya Abu Thalib dan isterinya Khadijah meninggal dunia pada tahun 10 kerasulan. Karenanya beliau hijrah ke wilayah Thaif. Namun ternyata disini juga beliau tidak diterima, malah penduduk setempat menyuruh anak-anaknya untuk melemparinya dengan batu.

b. Kasih Sayang Nabi Muhammad SawKasarnya tindakan pengusiran penduduk Thaif terhadap nabi Muhammad saw tidak membuat beliau serta merta mendoakan mereka dengan azab. Tapi justru sebaliknya: "Bahkan saya berharap agar Allah menjadikan dari keturunan mereka orang-orang yang menyembah Allah dan tidak berbuat syirik kepada-Nya sedikit pun," kata beliau saat malaikat penjaga gunung menawarkan kepadanya untuk menimpakan gunung Abu Qubaisy dan gunung yang di sebelahnya kepada penduduk Thaif. (Shahih Bukhari).

Dan bagaimana pun juga kasarnya perlakuan dan azab dari kaum musyrik penduduk Makkah kepadanya dan ummat pengikutnya, tapi itu tak membuatnya dendam kepada mereka di saat pembebasan Makkah pada tahun 8 H. Malah beliau saw memberikan amnesty besar-besaran kepada penduduk Makkah.

13. Keistimewaan yang Allah Berikan Kepadanya
a. Lima kelebihan yang tidak diberikan kepada orang sebelumnya
Dari Jabir bin Abdullah ra, nabi Muhammad saw bersabda: "Saya diberikan lima hal yang tidak diberikan kepada seorang pun sebelum saya; 1) saya diberi kemenangan dengan rasa takut (yang ditimpakan kepada musuh-musuhku) dalam jarak satu bulan perjalanan, 2) bumi dijadikan tempat shalat dan suci untukku, maka siapa pun di antara ummatku yang mendapatkan waktu shalat hendaklah dia melakukannya, 3) dihalalkan untukku harta ghanimah dan itu tidak dihalalkan kepada orang sebelum saya, 4) saya diberi syafa’at, 5) dahulu nabi diutus hanya kepada kaumnya, tetapi saya diutus kepada seluruh manusia." (HR. Bukhari dan Muslim)

b. Keistimewaannya di hari kiamat 
Dari Anas ra., nabi Muhammad saw bersabda: "Saya adalah orang pertama yang diberikan syafaat pada hari kiamat nanti, nabi yang paling banyak pengikutnya di hari kiamat, dan orang pertama yang mengetuk pintu surga" (HR. Muslim).

Keistimewaan lainnya disebutkan di dalam riwayat Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda: "Saya adalah pemimpin anak-anak Adam pada hari kiamat nanti, saya orang pertama yang dibangkitkan dari kubur, dan saya orang pertama yang diberi syafaat (oleh Allah) dan orang pertama yang memberi syafaat (kepada ummat manusia)." (HR. Muslim).

14. Ibadah BeliauAisyah ra. Berkata: Rasulullah saw pernah shalat hingga dua kakinya membengkak. Lalu beliau ditegur, beliau menjawab: "Apakah aku tidak pantas menjadi hamba yang bersyukur?"

15. Nabi Muhammad Saw Wafat 
Beliau saw wafat pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriyah di waktu Dhuha dengan usia 63 tahun.

Sebelum ruhnya dicabut, beliau membaca:
"مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ, اللهُـمّ اغفِـر لى وارحمنى وألحقنى بالرفيق الأعلى, اللهم الرفيق الأعلى."



Ditulis oleh: Ihsan AM. Hs

Referensi:
- A’rif Nabiyyaka Saw, Qism Ilmiy, Dar Al-Wathan, Riyadh
- Al-Mu’in ar-Raiq min Sirah Khairi al-Khalaiq, Prof. Dr. Sa’id M. Shaleh Shawabi, Risywan Kairo, 2008.
- Mushaf Al-Qur’an Terjemah, Pena, Jakarta, 2002
- Sirah Nabawiyah, Ibnu Katsir, Maktabah Syamilah
- Subul al-Huda wa ar-Rasyad, Maktabah Syamilah
- Tafsir Ibnu Katsir
- Raudhatul Anwar, Shafiurrahman Al-Mubarkafury, Pustaka Raja Fahd, Riyadh 1427 H
- Uyun al-Atsar, Maktabah Syamilah